Rambutan, Bahan Dasar Skincare Masa Kini

Rambutan, Bahan Dasar Skincare Masa Kini

Dalam industri perawatan kulit selama ini sudah diketahui dan disepakati bahwa retinol merupakan bahan dasar yang nyaris sempurna karena memiliki beragam manfaat. Termasuk di antaranya adalah anti-penuaan, meratakan warna serta tekstur kulit, memerangi jerawat, juga meningkatkan laju pergantian sel, yang berarti mampu memunculkan lapisan kulit baru yang cerah. Namun ada beberapa kelemahan yang sangat mengemuka seperti mengakibatkan kemerahan, iritasi, kekeringan, dan pengelupasan. Kombinasi yang sering disebut sebagai ‘luka bakar retinol’ atau retinol burn.

Sekalipun ada alternatif pengganti retinol yang mendapatkan popularitas selama beberapa tahun terakhir, tetapi bahan tersebut pun tidak ideal sama sekali untuk kulit super sensitif atau kering. Dr. Paul Jarrod Frank, MD, dokter kulit langganan para pesohor Hollywood, kemudian menyebut Rambutan sebagai primadona baru. 

Buah yang sama sekali bukan hal asing di Indonesia tersebut, lewat penelitian bulan September 2019, berkhasiat persis retinol. Bisa menyebabkan pergantian sel dan merangsang kolagen. Selain juga kaya Antioksidan, Vitamin C dan Mangan sehingga teramat jitu mengurangi hiperpigmentasi. “Ini adalah bahan dasar yang relatif baru. Oleh karenanya, industri perawatan kulit belum memanfaatkan Rambutan sepenuhnya sekarang ini. Namun penggunaannya pasti akan berkembang pesat pada tahun-tahun mendatang,  “ urai Dr. Frank. 

Sebenarnya Rambutan sudah lama diketahui menyimpan banyak kegunaan. Selain kandungan termaktub di atas, juga Kalsium, Tembaga, Zat Besi, Vitamin B3 dalam jumlah sedang dan Fosfor yang berfungsi membantu membuang limbah yang tidak diinginkan dari ginjal. Daunnya menutrisi rambut, bijinya dapat dijadikan minyak goreng atau sebagai bahan dasar pembuatan lilin dan sabun. Sedangkan akar pohonnya berfaedah meredakan demam. 

Pohon Rambutan sendiri hanyalah pohon berukuran sedang. Tingginya berkisar 8m. Bunganya kecil saja, beraroma wangi, berlimpah Nektar, berbentuk cakram tanpa adanya kelopak-kelopak. Tersusun dalam kelompok bercabang banyak yang nantinya menjelma gugusan padat buah berwujud bulat dan tegak di ujung dahan-dahan pohon. Berwarna kemerahan atau kuning bercampur jingga semburat hijau yang diselimuti duri-duri lembut menyerupai rambut di permukaannya. Sebatang pohon Rambutan dapat menghasilkan 5000 – 6000 buah kira-kira 2 kali dalam setahun dan mulai berbuah sekitar 5 – 6 tahun setelah ditanam. Mampu bertahan hidup lebih dari 20 tahun. 

Baca juga:  Omakase

Terkadang dilafalkan Rambotan, Ramboetan, Ramboutan atau Rambustan, buah dengan rasa menyenangkan ini punya beraneka varian di Indonesia. Tak kurang dari 10 jenis. Di antaranya Rambutan Cimacan dari Cimahi, Jawa Barat. Ada juga Rambutan Binjai, Rambutan Brahrang dan Rambutan Langsat dari Sumatera Utara. Kalimantan Selatan, tepatnya wilayah Sungai Andai di Banjarmasin, menghasilkan Rambutan Si Bongkok, Rambutan Si Batuk Ganal, Rambutan Antalagi serta Rambutan Garuda. Sementara Lombok, Nusa Tenggara Barat, memunculkan Rambutan Narmada. Jangan pula lupa Rambutan Rapiah yang sangat populer dan Rambutan Kapulasan. Bahkan di Jakarta pun ada kawasan bernama Kampung Rambutan. Sudah pasti merupakan distrik penghasil Rambutan berjumlah besar.

Adapun sebagai pengganti retinol, Dr. Frank meyakini bahwasanya Rambutan cocok dipakai siapapun. “Retinol adalah bahan penting selama bertahun-tahun, dari masa ke masa. Akan tetapi bukan buat semua orang. Selain soal ‘retinol burn’, produk perawatan kulit mengandung retinol dilarang digunakan selama hamil dan menyusui. Jadi beralih ke Rambutan merupakan hal paling tepat. Produk nabati dengan tingkat efektivitas yang melampaui retinol tanpa kerugian apapun.”

Bagaimana? 

Rasanya seru juga jadi petani Rambutan, ya?!

Beli Rambutan Skincare Products

Back to Top