Mimi dan Mintuno

Mimi dan Mintuno

Kerapkali tersebar ucapan berisi pengharapan baik untuk sepasang pengantin, pada sebuah perhelatan pernikahan di Indonesia, khususnya dalam adat Jawa, “Mudah-mudahan langgeng senantiasa seperti Mimi dan Mintuno”.

Meski acap terdengar, mungkin tak banyak yang memahami Mimi dan Mintuno ini. Mimi dan Mintuno adalah julukan bagi hewan yang, sekilas, mirip dengan kepiting, walaupun bukan termasuk keluarga kepiting. Orang Indonesia menyebutnya Belangkas atau Kepiting Tapal Kuda atau Kepiting Ladam. Dalam bahasa Inggris disebut Horseshoe Crab.

Mimi merupakan panggilan untuk Belangkas berkelamin jantan, sedangkan Mintuno untuk yang berkelamin betina. Hewan ini adalah hewan purba. Telah ada selama lebih dari 300 juta tahun, menjadikannya lebih tua dari Dinosaurus. Memiliki cangkang yang keras seperti baja, sembilan mata yang terpencar di seluruh tubuh dan sepuluh kaki untuk berjalan di sepanjang dasar laut. Dua mata terbesarnya digunakan dalam menemukan pasangan. 

Mimi berukuran sekitar 36-38cm, sementara Mintuno berukuran sepertiga lebih besar daripada Mimi, sekitar 46-48cm.

Di Indonesia, Mimi dan Mintuno banyak terdapat di perairan Laut Jawa. Di benua Amerika, bisa dijumpai hidup di Samudra Atlantik di sepanjang garis pantai Amerika Utara, di sepanjang pantai Timur serta Teluk Amerika Serikat dan Meksiko. 

Secara ekologis, Mimi dan Mintuno memiliki peran penyeimbang dalam rantai makanan dan menjadi sumber protein bagi, setidaknya, 20 spesies burung pantai yang bermigrasi. Sementara makanan bagi Mimi dan Mintuno adalah cacing dan kerang, terkadang juga ganggang laut. Karena tidak memiliki gigi, Mimi dan Mintuno menghancurkan makanan di antara kedua kakinya terlebih dulu sebelum memasukkannya ke mulut.

Akhir musim semi dan awal musim panas adalah waktu bagi Mimi dan Mintuno dewasa, kira-kira berusia 10 tahun, melakukan perjalanan dari perairan laut dalam ke pantai untuk berkembang biak. Mimi biasanya tiba pertama dan menunggu Mintuno. Ketika Mintuno datang ke pantai, ia akan melepaskan bahan kimia alami yang disebut feromon yang menarik Mimi dan mengirim sinyal bahwa sudah saatnya kawin. Mimi dan Mintuno lebih suka berkembang biak di malam hari saat air pasang dan bulan purnama. Mimi mencengkeram Mintuno dan bersama-sama mereka menuju garis pantai. Di pantai, Mintuno menggali sarang kecil dan menyimpan telur-telurnya, kemudian Mimi membuahinya. Prosesnya bisa diulang beberapa kali dengan puluhan ribu telur.

Mimi dan Mintuno dapat hidup lebih dari 20 tahun.

Di Indonesia, Mimi dan Mintuno mempunyai resiko kepunahan yang tinggi akibat reklamasi, hilangnya habitat dan perburuan komersil. Oleh karena itu, Mimi dan Mintuno kini merupakan satwa dilindungi berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 12/KPTS -11/1987 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 71/1999.

Lalu mengapa Mimi dan Mintuno menjadi simbol pengharapan baik dalam pernikahan? Tak lain karena Mimi dan Mintuno adalah hewan monogamis. Begitu bertemu, tak pernah berganti pasangan. Tak dapat dipisahkan. Konon, bila dipisahkan, maka keduanya akan mati. Mimi dan Mintuno berjalan beriringan ke mana-mana. Berdua.

Apabila ingin menyaksikan kemesraan Mimi dan Mintuno secara langsung di Vancouver, barangkali bisa mendatangi Vancouver Aquarium yang berlokasi di Stanley Park.

Foto oleh Kevin Laurie https://www.flickr.com/photos/horseshoecrab-hong-kong/7293370450

Kembali