Makan Enak, Senda-Gurau, Banyak Cinta!

Makan Enak, Senda-Gurau, Banyak Cinta!

Volare, oh, ohCantare, oh,oh,oh,ohNel blu dipinto di bluFelice di starre lassu

Alunan lagu Volare dari Band Gipsy King menggema di kawasan Commercial Drive, yang juga dikenal sebagai kawasan Italia kecil (Little Italy). Orang tua, muda, anak kecil, laki-laki dan perempuan berjoget asyik seirama musik. Perayaan Italian Day datang lagi.

Berbicara tentang Italia adalah bicara tentang banyak hal. Bisa mengenai Romawi sebagai salah satu bangsa dengan peradaban tertinggi di dunia. Bisa juga tentang Juventus, Fiorentino atau Lazio. Bisa tentang kota Pompeii dan Gunung Vesuvius yang melegenda. Bisa tentang kota Milan sebagai salah satu kiblat fashion dunia. Bisa pula tentang Vespa. Tentang Leonardo da Vinci sampai Luciano Pavarotti. Hingga tragedi cinta Romeo dan Juliet karya William Shakespeare yang mengambil lokasi cerita di Italia.

Adapun kisah Italian Day berawal selepas Perang Dunia II. Saat itulah terjadi migrasi besar-besaran dari penduduk Italia ke Canada, di mana salah satu kota yang dituju adalah Vancouver. Di kota ini mereka memilih bertempat tinggal di kawasan Commercial Drive. Arsitek Bruno Freschi dan kontraktor seperti Bordignon, DeCotis dan Bosa meninggalkan banyak jejak berupa bangunan bergaya Italia.

Maka Italian Day menjadi sebuah pesta untuk menunjukkan rasa terima kasih warga Italia kepada masyarakat Vancouver. Perhelatan ini dulunya hanya berupa parade. Berkembang menjadi street dancing di era 70-an, lalu berubah menjadi pesta budaya di tahun 80-an.

Kini, Italian Day menjadi festival jalanan paling ramai dan tersohor di Vancouver.

Tak kurang dari 150 tenda makanan, minuman dan jajanan memadati 14 blok area Commercial Drive, berpadu dengan kemeriahan umbul-umbul, pita dan balon-balon berwarna Merah-Putih-Hijau yang merupakan warna bendera Italia.

Baca juga:  Duabelas Menit Membebani Sepuluh Ribu Tahun

Dari donat hingga cannoli. Pasta sampai gelato. Prosciutto, bruschetta dan gnocchi. Tiramisu dan Espresso. Semuanya tersaji lengkap bagi sekitar 300.000 pengunjung.

Selain penganan dari Italia, terdapat pula tenda makanan dari Yunani, Ukraina  juga India dan Russia. Sehingga semerbak Panini dan Lasagna berbaur dengan wangi Ayam Tandoori dan Cinnamon Bread khas Ukraina.

Sungguh sebuah perjamuan makan besar yang teramat istimewa.

Sayangnya, belum ada penjaja makanan Nusantara.

Mudah-mudahan di tahun berikutnya, Indonesia bisa berpartisipasi agar aroma Pizza bisa berpadu dengan aroma Rendang dan Nasi Uduk.

Mangia Bene, Ridi Spesso, Ama Molto!  

Makan Enak, Senda-Gurau, Banyak Cinta!

Cover Photo by Ikeen James from Pexels

Kembali