Larik Patera Makanan Jiwa

Larik Patera Makanan Jiwa

Didesain apik oleh Profesor Kannosuke Mori, seorang arsitek dan penata taman terbaik dari Chiba University di Jepang, Nitobe Memorial Garden menjadi salah satu taman tradisional bergaya Jepang paling orisinal di Amerika Utara dan termasuk ke dalam lima besar terindah di luar Jepang.

Berlokasi di University of British Columbia (UBC), taman seluas 2,5 hektar ini memiliki banyak simbol di dalamnya yang dapat diterjemahkan sebagai perjalanan kehidupan manusia dari waktu-waktu.

Sejak awal, bertumbuh, berubah hingga berakhir.

Lentera, misalnya, merupakan lambang manusia. Jembatan merefleksikan perbedaan tahapan hidup, seperti perpindahan masa remaja ke dewasa, saat memasuki pernikahan, perkembangan spiritual dan sebagainya. Sementara miniatur air terjun menyiratkan arti lelaki dan perempuan. Lingga dan yoni. Air yang deras mengucur bersifat maskulin, sedangkan aliran air tenang menghanyutkan di bawahnya bersifat feminin.

Ada 7 buah lentera di dalam taman, di antaranya: lentera tinggi dengan pahatan bunga teratai yang sedang mekar sebagai simbol Ayah (kepala keluarga), yukimi doro sebagai simbol Ibu, marriage lantern (lentera perkawinan) dan the 7-storey pagoda lantern (lentera berbentuk 7 tingkat pagoda) sebagai lambang pencarian arti kehidupan.

Taman ini senantiasa menawan dalam segala cuaca dan tetap menunjukkan pesonanya di setiap musim. Rinai Sakura di Musim Semi, bunga Azalea yang merekah di Musim Panas,  kilau daun-daun maple yang kemerahan di Musim Gugur, dan gapura ranting-ranting pohon di Musim Dingin.

Tidak peduli kapanpun, jembatan yang membentang di antara kolam koi dan peraduan bunga-bunga Iris, gemercik air serta jalan setapak bebatuan, ditempatkan semuanya selaras antara satu dengan lainnya sehingga memberikan efek harmonis dan meditatif.

Dr. Inazō Nitobe

Dr. Inazo Nitobe, yang namanya diabadikan sebagai nama taman, adalah seorang ilmuwan Jepang yang memiliki tujuan personal, “to become a bridge across the Pacific” (menjadi penghubung lintas Pasifik). Profesor Kannosuke Mori berhasil mewujudkannya melalui Nitobe Memorial Garden, yang tak hanya memanjakan mata namun juga menjadi makanan jiwa.

Kembali