Indonesia pada Tujuhpuluh Lima Tahun Kemerdekaannya

Indonesia pada Tujuhpuluh Lima Tahun Kemerdekaannya

Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. 

Tentang perjalanan Indonesia pada tujuhpuluh lima tahun kemerdekaannya:

  1. Ammar Soebroto, 5, Banten, Indonesia

Love traveling in Indonesia dan rame-rame 17-an.

  1. Tri Susdinaryanti, Yogyakarta, Indonesia

Indonesia itu penuh dengan keragaman suku dan budaya. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan ancaman untuk memecah belah bangsa.

  1. Fenny Rampen, Vancouver, Canada

Indonesia’s strengths are in her citizens who strive against differences and natural disasters. Who else can be as fiery as the ring of fire underneath their feet and as cool as the waters surrounds it? LOVE YOU INDONESIA! Always miss you!!

  1. Narendratama Hario Bagaskara, 12, Jawa Barat, Indonesia

Indonesia memiliki kuliner yang luar biasa. Sangat beragam. Karena Indonesia kaya akan rempah-rempah yang membuat makanan semakin lezat.

  1. Veda Prama, 11, Vancouver, Canada

My Impression of Indonesia: Indonesia is a really nice place to live in, the country has great, breath-taking views and scenic fields. My overall impression of Indonesia is good and I especially like the weather, it feels like you can lay on the beach any time there. The food in Indonesia is amazing, it feels like all the food there is made with love and compassion. The only one drawback of Indonesia is the air quality is bad from fire. HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA!

  1. Mike O’Connor, Mangawhai, New Zealand

INDONESIA?………… F U N   I N   T H E   S U N  !!!

  1. Mariska, Vancouver, Canada

Ke mana pun merantau, yang namanya mulih, ya pulang ke Indonesia. Meh lungo merantau nang endi wae, yen jenenganne bali, ya MULIH NANG INDONESIA!

  1. Rahmah Salsabilla, 16, Yogyakarta, Indonesia

Teruntuk Merah-Putih. Yang di bawahnya tertanam surga Ibu Pertiwi. Budaya, makanan, tempat, adat hingga teman. Di dalamnya surga bagi jiwa-jiwa yang mengagungmu.

  1. Brevan Sweeney, Vancouver, Canada

Indonesia has a lot of natural wealth and potential for the future. I am a little concerned that the natural resources of Indonesia are being over harvested, rather than sustainably harvested. I would like to know more about how electricity is generated and what plans there are in the future for sustainable electricity.

  1. Jepprih Saputra, 43, Banten, Indonesia

75 tahun Indonesia. Indonesia negara besar, penuh keberagaman, keindahan dan keunikan budayanya. Saya menyebut diri saya sebagai anak bangsa yang dilahirkan dengan minoritas ganda. Sudah keturunan Cina dan beragama Katholik pula. Pancasila yang masih berdiri kokoh-lah yang membuat saya dan keluarga bisa hidup dengan nyaman di negara ini. Diskriminasi semakin tidak nampak secara dokumen. Maksudnya, dulu KTP keturunan ditandain, sekarang sudah tidak. Mengurus surat-surat juga sudah tidak ada diskriminasi lagi. Keributan yang terjadi belakangan ini hanya nampak di tataran elit atas. Selama pemangku kebijakan masih berjiwa nasionalis, maka Indonesia akan selalu berdiri kokoh. Pandanglah dan jelajahilah pelosok negeri ini, maka gambaran besarnya akan nampak. Tidak sebatas yang nampak di TV dan di Ibukota yang penuh drama kebohongan dan kemunafikan demi memuaskan nafsu menguasai kekayaan bumi Indonesia. JAYALAH INDONESIAKU!

  1. Titi Menur, New York, USA

No matter what life throws at me. I am content and feel grateful for as long as ada Sambel. BRAVO SAMBEL! HIDUP PETE!

  1. Heny Mustikasari, Vancouver, Canada

My relationship with my country is just like a marriage to me, it is a daily struggle, but I love my country dearly. I can have long list of what I wish to change but in this month of my country Independence Day, I am thankful for its cultural diversity. There will be moments where I am frustrated on the situation back there, just play me “Tanah Air” song and I will be in tears missing home. It is indeed, Tanah Air-ku tidak kulupakan.

  1. Tri Wattimena, Jakarta, Indonesia

Sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Mudah-mudahan memang menuju Gemah Ripah Loh Jinawi yang sesungguhnya. Bukan kata-kata manis belaka. Sebab, Indonesia itu kaya. Tapi rakyanya masih banyak yang belum merasakan sejahtera.

  1. Hanin Wisnu Narastyo, 14, Jawa Tengah, Indonesia

Seandainya kalau Indonesia tidak ada pahlawan, maka kita tidak akan merdeka!

  1. Yuanita, Toronto, Canada

Denger kata Indonesia, rasanya selalu ingin pulang ke Tanah Air. Indonesia sangat kaya raya akan sumber daya alamnya. Semuanya ada. Kecuali salju kali, ya, ha ha ha, karena emang Indonesia cuman ada 2 musim he he. Apalagi kalau sudah ngomongin makanan Indonesia, aduh, rasanya pengen mudik terus tiap bulan, emmm, bokek deh. Masakan dan makanan Indonesia banyak sekali ragamnya, dari masakan Jawa, Sunda, Bali, Padang, Aceh, Palembang, waaah, banyak banget kalau ditulis satu-satu. Contohnya Bakso Malang, Rawon, Pecel Madiun, Siomay Bandung, wah, kalau disebutin semua panjang banget tulisannya hi hi. Semua masakan dan makanan Indonesia itu favorit aku he he. Dengan begitu banyak ragam adat, budaya dan perbedaan agama, masyarakatnya tetap damai dan sentosa. Itulah Indonesia. WONDERFUL INDONESIA!

  1. Bevy Novita, Banten, Indonesia

I am forever grateful to be an Indonesian, wherever I may be in this world I know I can come back to the serenity this country brings to my soul. 

  1. Mardiana Sekaramadhani, 23, Vancouver, Canada

Nothing beats Nasi Goreng Tek Tek by abang-abang gerobak to satisfy my midnight crave. TEK TEK… TEK TEK… NASIIIIII GOREEEENG… YUMMY!

  1. Viro Kwan, Jakarta, Indonesia

Sekarang ini ngomongin Indonesia, sering sedih. Sila pertamanya “Ketuhanan Yang Maha Esa”, tapi kok massa cenderung malah gampang diadu domba dengan unsur agama. Apa mungkin kurang memahami arti kata “Maha Esa”? Apalagi ada tambahan sila ketiga “Persatuan Indonesia”. Harapannya, sih, orang-orang Indonesia bisa menghargai perbedaan agama dan tidak egois dalam hal keyakinan. Sehingga PANCASILA-nya itu bener-bener bisa terwujud. Indonesia juga bisa semakin maju. Manusianya punya semangat berjuang dan berkembang dalam berkreasi dan berkarya yang positif. Bukan kreatif dalam membuat Hoax dan Meme yang kadang bikin hoeks…hoeks. MERDEKA dan TETAP HIDUP!

  1. Tina Simatupang, Mangawhai, New Zealand

Indonesia itu kumpulan CITA, CINTA dan RASA  tak tergantikan. Mau seenak apa juga orang bilang hidup di sini, kita dapet benefit inilah-itulah segala macem, GUE TETEP PILIH TINGGAL DI INDONESIA!

  1. Nayla Dian Farisha, 16, Yogyakarta, Indonesia

Aku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari Indonesia karena Indonesia menghasilkan banyak masakan enak yang dipandang dunia. Salah satunya adalah Rendang yang merupakan masakan Indonesia favoritku.

  1. Raisa Aulia Andriani, 23, Vancouver, Canada

One of the first steps of breaking the cycle of poverty is to invest in education not to prohibit marriage in lower socioeconomic household.

  1. Faiz Rahman Satriyo, 21, Jawa Barat, Indonesia

One of the most underrated countries in the world. While in some other aspect it isn’t, in this day and age where everyone and everything is on the internet, it has become apparent that even Indonesians themselves have doubt about their own country. A very easy example of this is in the recent pandemic where people tend to be too laxed whenever they go outside. I can somewhat relate to why they would do that, but in reality, not wearing a mask and not distancing yourself from one another is just downright selfish. If we could’ve just obeyed the restrictions and followed the guidelines in this global pandemic, we could’ve had the government ease the strict regulations. There are lots of things to see and places to go, from ancient temples to diving in largely untouched waters. Hopefully after this years 17th of August, we can go back to the good life.

  1. Poltak Jefferson, 36, Toronto, Canada

Buat saya kuliner Indonesia itu ngangenin. Jalan-jalan ke seluruh penjuru Indonesia, kalau belum mencoba berbagai kulinernya itu seperti Ambulance tanpa Uwiw-Uwiw!

  1. Lisa McPherson, Vancouver, Canada

Saya bangga terlahir sebagai bangsa Indonesia. Walaupun sudah lama di Vancouver tapi budaya Indonesia itu ngangenin!

  1. Mega Shinta, Jakarta, Indonesia

Indonesia itu adalah cinta. Dari Sabang sampai Merauke. Bukan milik sekelompok orang. Bukan milik ras, agama, suku tertentu tapi adalah BHINNEKA TUNGGAL IKA! Indonesia adalah satu. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Merah Putih adalah darahku.

  1. Tina DS, Jawa Tengah, Indonesia

Aku memang belum pernah merasakan putih beku dan lembutnya salju, tapi di negeriku tercinta Indonesia, sinar mentari senantiasa menyirami raga dan kalbuku sepanjang waktu. Aku memang belum pernah mencicipi butiran Caviar di mulutku, tapi ke mana pun aku melangkah, kelezatan Rendang dan Nasi Padang-lah yang selalu aku rindu.

  1. Annisa Saraswati, 21, Yogyakarta, Indonesia

Lahir dan menjadi bagian dari negeri ini adalah suatu anugerah. Indonesia tidak hanya dibentuk dari satu, melainkan banyak hal. Banyak hal itulah yang menjadikan akar negeri ini kaya. Menurutku, sudah saatnya kita kembali diingatkan oleh rasa kesatuan dan keberagaman itu. Karena, hal itulah yang akan mengantarkan kita menuju negeri yang lebih baik lagi.

  1. Kemal Wahyu, Vancouver, Canada

Sepertinya saya tahu, mengapa saya sebagai orang Indonesia dan juga banyak warga Indonesia lainnya di sini yang sudah puluhan tahun menetap di luar tanah air, masih sangat bangga dengan ke-Indonesiaan mereka. Pemerintahan bisa berganti. Korupsi dan diskriminasi, mungkin, masih terjadi. Kesejahteraan belum merata. Tetapi sebagai suatu konsep, suatu negara yang mandiri, pemberani, makmur dan merangkul inklusif semua warganya, ini masih sangat kuat terasa. Salah satunya berkat jalinan yang kuat antara sesama warganya di sini. Suatu jalinan yang membuat bara-bara harapan tetaplah panas nan menghangatkan. Dengan DIRGAHAYU KE-75 RI tahun ini, semoga konsep ini semakin matang dan menguat. Sebuah janji yang saya percaya, suatu hari, akan terlaksana. Semoga dalam masa hidup saya. 

  1. Nathalia Paskah Surjadi, Jakarta, Indonesia

DIRGAHAYU INDONESIAKU! Semoga kita tambah rukun, cinta, satu sama lain. Gotong royong memelihara tali silaturahmi antar keluarga, kelompok dan suku bangsa. Berjayalah selamanya, kibarkan Panji Sang Saka, bersama kita songsong masa depan bangsa penuh harapan. Walau penuh tantangan, niscaya Tuhan meridhoi niat suci seirama dengan kehendakNya. MERDEKA!

  1. Hanna, 53, Toronto, Canada

Indonesia adalah tentang kesahajaan, ketabahan dan antidot dari segala kemustahilan.

  1. Yoyok Soebroto, Banten, Indonesia

Ke mana pun aku pergi, tumpah darahku SATU… INDONESIA!

  1. Eiwie Younora, Vancouver, Canada

Kenapa sebagian masyarakat Indonesia mudah ditipu dan tidak berpikir secara rasional? Sebab, semua kegiatan yang mengatasnamakan agama dianggap benar-benar bertujuan baik. Apalagi ada “ajaran” umat beragama tidak boleh berprasangka buruk. Bahkan juga ada sikap yang mengatakan “saya mendengarkan dan saya melakukannya” sehingga apa yang dikatakan guru agamanya dianggap benar dan “HARUS” diikuti. Apalagi sebagian masyarakat Indonesia sangat menghargai profesi guru agama atau pemuka agama. Bahkan partai yang berazaskan agama juga dianggap benar-benar membawa aspirasi bagi umat beragama. Prasangka baik masyarakat telah disalahgunakan oleh “oknum-oknum” yang mengaku guru agama atau pemuka agama. Semua tujuan yang baik ternyata hanya “kelihatannya” saja baik. Sebagian tujuan yang baik itu kadang telah disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang tidak berhubungan dengan keagamaan, misalnya menjatuhkan lawan politik dengan menggunakan dalil agama. Mengkafir-kafirkan teman dekat atau saudara sendiri karena berbeda pendapat dan sebagainya. Oleh sebab itu rendahnya pengetahuan dan tidak pernah berpikir di luar kotak, membuat sebagian masyarakat Indonesia tidak bisa lagi berpikir secara rasional. Bahkan sebagian masyarakat Indonesia hatinya telah tertutup dan memusuhi atau menganggap rendah terhadap teman atau saudara sendiri yang berbeda pendapat karena telah dipengaruhi oleh oknum-oknum yang menggunakan dalil agama untuk menjatuhkan semua kawan atau saudara sendiri yang berbeda pendapat. “Manusia yang telah menutup mata, hati dan telinga” tidak bisa lagi diajak berdialog atau berkomunikasi secara rasional karena mereka hanya mau melihat apa yang ada di dalam kotak saja dan tidak mau melihat apa yang ada di luar kotak.

  1. Calista Shary, 21, Banten, Indonesia

Indonesia itu negara yang besar banget, ragam budaya dan suku, ribuan pulau. Mudah sekali bagi kita untuk berselisih karena perbedaan pendapat dan kepercayaan. Selalu ada aja pertikaian dari permasalahan kecil hingga besar. Tapi di balik itu semua, itulah yang membuat Indonesia indah. Karena walaupun dengan adanya seluruh perbedaan tersebut, we still manage to live together side by side and got each other’s back aside from our differences.

  1. Meilani Rodhia, Vancouver, Canada

Aku bangga terhadap tanah kelahiranku. Kekayaan alam, budaya, bahasa, suku dan agama membuat Indonesia patut disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya. Terlebih Indonesia sudah masuk ke dalam negara dengan penduduk berpendapatan menengah ke atas versi Bank Dunia yang merupakan kebanggaan tersendiri dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun. Harapan untuk Indonesia ke depannya agar pemerintahnya dapat lebih memaksimalkan sumber demografi pemuda pemudi agar bisa menciptakan karya dan pemikiran untuk menuju Indonesia maju. DIRGAHAYU ke 75 INDONESIA!

  1. Efendy, Vancouver, Canada

Bangga jadi orang Indonesia, jika kita lihat mulai banyak product made in Indonesia di Canada.

  1. Rhanu, 20, Jakarta, Indonesia

Tujuhpuluh lima tahun yang lalu, sebuah negara pejuang, Negara Kesatuan Republik Indonesia resmi merdeka. Yang dipimpin oleh dua  orang yang berani dan hebat, Soekarno dan Hatta. Tanpa rasa takut, berani mengusir penjajah dan menentang globalis neokolim saat pidatonya di depan PBB. Yang membuatnya harus lengser dari jabatan sebagai presiden dengan tidak manusiawi. “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”. Begitu kata Soekarno. Dan itu terbukti sekarang. Di mana yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, yang kuat semakin kuat, yang lemah semakin lemah. SELAMAT ULANG TAHUN, INDONESIA. TUHAN MEMBERKATI NEGARA INI!

  1. Melia, 59, Toronto, Canada

Kehidupan negara tidak terlepas dari kehidupan orang-orang yang ada di dalamnya. Tahun ini Indonesia memasuki 75 tahun, usia yang relatif muda untuk suatu negara tapi tidak untuk seorang manusia. Harapan kita dengan bertambahnya usia, kita makin bisa menarik hikmah dari setiap interupsi yang terjadi di dalam kehidupan kita, secara pribadi, maupun bernegara dan bagaimana kita berespon dengan benar. Sehingga kita boleh makin menjadi dewasa dan terus bertumbuh menjadi negara maju. Maju bukan hanya dalam hal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga manusia yang ada di dalamnya makin bertumbuh menjadi manusia yang beriman, sesuai dengan sila per tama KeTuhanan yang Maha Esa, hidup rukun satu dengan yang lain, saling menghormati dan hidup bergotong-royong yang merupakan salah satu budaya Indonesia yang perlu kita lestarikan. DIRGAHAYU KE 75 REPUBLIK INDONESIA!

  1. Anthony Lius, Vancouver, Canada

Hanya tiga kata untuk Indonesia: BERSATU KITA BERBAHAGIA! Kenyataannya, Indonesia kita ini, di mana pun kita berada, masih banyak belahan: belahan suku, belahan kepercayaan, belahan derajat kekayaan, belahan politik dan lain-lainnya. Apakah kita tidak malu dengan dunia?

  1. Azza Soebroto, 16, Banten, Indonesia

I hope Indonesia’s heritage and culture stay strong beyond my generation.

  1. Arie Sanityoso, 21, Jakarta, Indonesia

On this Independence Day, Indonesia must remember itself and let go of anything that is pulling it down to anything lesser.

  1. Jorel Faria, 13, New York, USA

Indonesia is a great place with even greater people.

  1. Matt Riyanto, Vancouver, Canada

Indonesia buat saya itu adalah tanah air tempat di mana saya dilahirkan dan turut andil dalam membentuk siapa saya sebagai pribadi sekarang ini. Meskipun sudah lebih dari 13 tahun tinggal di luar Indonesia, karena masa kecil saya di Indonesia-lah mengapa saya bisa beradaptasi tinggal di Canada. Terbiasa hidup di tengah kemajemukan, kesibukan hidup di kota Jakarta dan sikap yang ramah atau friendly pada siapapun, saya melihat itu telah membantu saya untuk bisa adaptasi hidup di sini yang notabenenya juga adalah negara yang majemuk dan ramah warganya. Kita harus bangga dengan keberagaman yang kita miliki di Indonesia, karena itulah yang menjadikan kita unik dan di situ jugalah letak kekuatan kita sebagai bangsa indonesia. Bangga dengan “Unity in Diversity” atau terjemahan kerennya itu “BHINNEKA TUNGGAL IKA”.

  1. Katya Suryoraharjo, 17, Toronto, Canada

Jika perbedaan tak mampu menyatukan, maka mungkin Indonesia tidak akan pernah terbentuk.

  1. Feby Bramandewi, Jakarta, Indonesia

Sudah saatnya menyuburkan budaya saling dukung, bukan lagi tetap melanggengkan saling rundung. Berabad-abad berjuang untuk meraih kemerdekaan. Berpuluh-puluh tahun masih belum tuntas dengan warisan kepahitan. Bukankah yang kita inginkan adalah merdeka? Apakah kita sudah memerdekakan sesama anak bangsa?

  1.  Didi, Vancouver, Canada 

Pendapat saya, Indonesia InsyaAllah, bisa maju, asal mental dan karakter seseorang bisa diubah seperti di luar negeri. Dan pemikiran harus bisa lebih maju lagi. Yang paling penting saling menghargai satu sama lain dan tolong menolong. Dan kita harus bersaing dengan sehat dan gak boleh saling membenci dan iri. Bagi saya, itu paling penting untuk mencapai Indonesia adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita harus bangga dengan adanya kebudayaan kita yang beraneka macam adat dan istiadat. Dan kita harus bangga bahwa kita mempunyai banyak suku-suku budaya. Persatuan dan kesatuan harus dijaga dengan baik dan jangan saling menghujat dan menjelekkan hasil karya kita sendiri dan harus menghargai. Rakyat adil dan makmur juga penting. Kita harus menghargai pemerintah Indonesia, walaupun dengan keadaan sekarang yang berdampak dengan ada Covid-19. Mereka sudah berjuang sekuat tenaga mereka untuk mengatur rakyat Indonesia menjadi lebih maju walaupun Presidennya sekarang atau dulu. Karena tidak mudah mengatur rakyat Indonesia sebegitu banyak. Karena itu kita harus menghargai mereka- mereka. InsyaAllah di tahun depan ini Indonesia menjadi lebih maju lagi dan bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dan yang penting, mental, watak, sifat harus diubah dengan pikiran-pikiran yang positif. SALAM SEJAHTERA! DIRGAHAYU INDONESIA MERDEKA 17 AGUSTUS 1945! MERDEKA !!!

  1. Kezia Suryoraharjo, 19, Toronto, Canada

Ga ada yang bisa mengalahkan kesantuy-an warga +62.

  1. Thalia Adara, Banten, Indonesia

Gak pernah nyesel lahir dan tinggal sebagai orang Indonesia. Cuma suka GEMES liat pemikiran kebanyakan masyarakatnya yang sukanya cuma ikut-ikutan tanpa tau kebenarannya gimana.

  1. Hana Soebroto, 18, Banten, Indonesia

I want to be an Indonesian who can contribute my skills wherever I am in this world.

  1. Susi Pratikasari, Vancouver, Canada

Terus langkah kaki menyusuri sepanjang jalan sambil pikiran melayang…udara yang cerah membuat teringat saat seperti ini, di desa tempat tinggal Eyangku. Singkong Goreng dan Ubi Bakar dengan segelas Kopi Tubruk menemaniku ngobrol ngalor-ngidul dengan Eyang Kung. Indahnya pemandangan di desa dengan semilirnya angin…INDONESIAKU…selalu berkibar di dalam hatiku, di mana pun aku berada.

  1. Jeffrey Wairisal, Toronto, Canada

Hal yang menarik dari Indonesia adalah adanya pemahaman “Bhinneka Tunggal Ika”, yaitu pemahaman mengerti adanya perbedaan/keragaman yang ada namun menyadari itu adalah saling melengkapi untuk menjadi satu kesatuan. Misalnya sama dengan prinsip “tubuh manusia”, mempunyai perbedaan bentuk dan fungsi dari anggota tubuh tetapi saling melengkapi untuk menjadi satu kesatuan sebagai manusia yang sempurna. Pemahaman yang baik ini perlu dipupuk dalam pendidikan anak-anak di sekolah, penjabaran di pemerintahan dan dari Sabang sampai Merauke.

  1. Hayu Sasanti, Jakarta, Indonesia

Indonesia is the maturing process I love…for this Independence Day I an only be grateful to be Indonesian and hopes Indonesia grows up with greater grace and strength. DIRGAHAYU INDONESIA-KU!

  1. Dutakumara, 18, Jakarta, Indonesia

Kegelisahan yang saya rasakan sebagai anak Indonesia adalah sekarang ini masih banyak orang – orang yang merendahkan kaum minoritas dalam agama dan suku dan merasa bahwa suatu agama atau suku yang dianggap mayoritas lebih hebat. Sudah saatnya kita menghilangkan sikap itu dan saling menghormati satu sama lain agar kita bisa bangkit menjadi bangsa yang hebat.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!

Cover Photo by Anggit Rizkianto on Unsplash

Back to Top