Diplomasi ‘Mak Nyus’ Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vancouver

Diplomasi ‘Mak Nyus’ Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vancouver

Berbeda dari sebelum-sebelumnya, peringatan kemerdekaan ke 74 Indonesia tahun ini yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Vancouver, tidak dihelat di ballroom Hotel berbintang. Melainkan di ruang tengah Vancouver Community College, yang berlokasi di jantung kota. Rangkaian bendera Merah Putih, payung Bali, hiasan kain-kain Batik yang menjuntai serta seperangkat Gamelan lengkap, apik tertata di akademi yang telah beroperasi sejak tahun 1965 itu.

Ladrang Sri Rejeki Laras Sendro Patet Sanga dari para nayaga di bawah pimpinan Sutrisno Hartana pun mengalun syahdu mengiringi kedatangan Bruce Ralston (Minister of Jobs, Trade and Technology), Senator Yuen Pau Woo, anggota-anggota MLA (Member of the Legislative Assembly), perwakilan negara-negara sahabat seperti dari Konsulat Jenderal Korea, Konsulat Jenderal Pakistan, Konsulat Jenderal Thailand, Konsulat Jenderal Malaysia, Konsulat Jenderal Vietnam, Konsulat Jenderal Mexico, Konsulat Jenderal Turkey dan lain-lain, serta para tamu penting.

“Kami (KJRI) menggagas beberapa program kerjasama di masa mendatang dengan Vancouver Community College (VCC). Acara malam ini adalah permulaannya”, kata Ibu Tri Astuti, konsul Ekonomi, memaparkan pemilihan lokasi resepsi di VCC. 

“Seluruh makanan Indonesia yang disuguhkan malam ini, dimasak oleh murid-murid dari departemen Culinary Arts”.

Dipandu langsung oleh 3 Chef asal Indonesia, yaitu Chef Henri William yang juga pemilik restoran Holy Crab di Vancouver, Chef Angie Tan dan Chef Richard, sebanyak 17 orang murid dengan 3 instruktur, berjibaku mempelajari resep-resep masakan Indonesia cuma dalam waktu 3 hari saja!

“Saya dan Ibu Renata (Maria Renata Hutagalung – Head of Chancery & Consul) sampai pontang-panting mencari bumbu-bumbu di seluruh tempat yang menjual bahan makanan Asia, supaya semuanya bisa tersaji optimal”, tutur Ibu Tri Astuti dengan raut muka berbinar.

Hasilnya? Ada Soto Ayam terhidang di meja. Sementara Bakwan Jagung, Sate Tempe, Mendoan, Gado-Gado, Sate Ayam dan Lumpia diedarkan berkeliling oleh 10 orang volunteers dari departemen Hospitality.

Makanan-makanan Indonesia itu tampil menawan dengan penataan istimewa di piring-piring kecil layaknya suguhan Hi-Tea. Kue Singkong bahkan muncul sebagai dessert cantik dengan taburan serpihan kelapa dan kepingan almond di atasnya.

Rasanya? 

Melihat para tamu antusias menjemput hidangan yang dibawa para server, barangkali, sudah bisa mendeskripsikan rasanya. Setiap server mengusung baki kecil yang hanya bisa memuat 10 Bakwan Jagung atau 4 buah piring Sate Ayam di atasnya. Tak perlu waktu lama bagi server tersebut untuk kembali ke area dapur dengan baki yang sudah kosong dan harus mengambil makanan serta mengedarkannya lagi. Ibu Tri Astuti terlihat sumringah menyaksikan para tamu seperti “berebutan” mencicipi suguhan.

Bakwan Jagung
Sate Tempe
Lumpia dengan Saus Asam Manis
Sate Ayam

Cerita unik lainnya dikisahkan Ibu Tuti W. Irman, Konsul Jenderal Indonesia. Kali ini mengenai baju Batik yang dikenakan Minister Bruce Ralston. “Baju Batik buat Pak Bruce dijahit di Indonesia. Secara khusus beliau meminta saya untuk memperhatikan ukuran panjang tangannya, yang menurutnya berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya”. Jadilah malam itu, Minister Bruce Ralston terlihat gagah berbusana Batik motif Kawung.

Tari Kancet Lasan (tari Burung Enggang), sebuah tarian tradisional khas Suku Dayak di Kalimantan Timur, yang ditarikan oleh  Giovanna, Nabilah, Vanka, Beatrice dan Atika, turut menjadi persembahan memukau. 

Tari Kancet Lasan (Tari Burung Enggang) asal Suku Dayak Kalimantan Timur –
Foto: KJRI Vancouver.

Seusai perhelatan, pujian bertaburan dari para undangan melalui media sosial masing-masing. Seperti yang dinyatakan Senator Yuen Pau Woo dalam akun Twitter pribadinya: “Terima Kasih Ibu Consul General Tuti W. Irman. The food, entertainment, displays were all excellent, but above all, we were touched by the sincerity and warmth of Indonesian hospitality”. Juga pernyataan dari akun Twitter Mayor of Burnaby: “Mayor Hurley, Councillors Sav Dhaliwal and James Wang, Heritage Commissioner Richard Liu, Consul General Irman, MLAs and residents came together for the 74th Anniversary of Independence Day of The Republic of Indonesia. The celebration came with an array of delicious cuisine!”.

Bravo KJRI! Mak Nyus!

Kembali